Arsenal Tetap Dilatih Arsene Wenger

Kabar miring akan kepindahan pelatih Arsene Wenger ternyata sudah diklarifikasi dengan menetapnya pelatih asal Prancis ini di Arsenal. Beberapa alasan kenapa Wenger akan terus menangani Gudang Peluru karena perpanjangan kontrak sudah dilakukan kedua belah pihak pada beberapa waktu lalu dan juga kepelatihan yang sudah sekian lama di Emirate Stadium menjadi alasan Wenger untuk terus bersama Arsenal. Meskipun penampilan Arsenal belum bisa kembali ke performa yang pernah ada, Wenger akan menjadi pelatih yang sangat baik bagi Arsenal selama kepelatih pelatih 65 tahun ini.

Banyak media yang sudah panas memberitakan akan keluarnya Wenger dari London Utara pada musim ini. Tidak bisa bersaing di peraihan gelar juara Liga Utama Inggris dan juga tidak bisa berhasil melaju lebih baik di ajang Liga Champions Eropa menjadi hasil Wenger bersama Arsenal pada musim ini. Tuntutan yang sudah di berikan oleh para suporter kepada Wenger agar bisa kembali mendapatkan kejayaan di pentas Liga dan Eropa masih belum bisa dipenuhi hingga bermusim musim sejak pada tahun 2004 lalu. Sudah 10 tahun lebih Arsenal menjadi bayang bayang dari Chelsea, Manchehster City dan juga Manchester United. untuk itu tuntutan di berikan kepada Wenger untuk bisa bekerja lebih baik lagi. Banyak pihak yang menyatakan Wenger harus di gantikan. Namun pihak klub masih mengerti akan kinerja Wenger selama ini dan masih percaya akan kepelatihan Wenger untuk kepelatihan hingga tahun 2017 kedepan.

“Saya berusaha dengan baik dan belum ada hasil yang hebat kembali saya dapatkan bersama Arsenal. Wajar jika ada amarah dan dorongan agar saya akan meninggalkan tim ini. Namun saya masih menghargai kepercayaan para petinggi di klub ini dan saya ingin berusaha lebih baik di akhir musim dan juga musim depan. Saya menyatakan bahwa saya tetap akan melatih di sini di musim depan dan akan berusaha membawa yang lebih baik lagi pada waktu itu. Gelar pada akhir musim ini akan menjadi ungkapan saya untuk keberhasilan di musim depan”. Ungkap Wenger kepada media BBC.