Kisah Seorang Penggali Kubur Di Singapura

Lynbet.com – Alex Wong atau profesor penggali kubur menyatakan bahwa hampir setiap hari dia melihat hantu gentayangan yang melayang-layang di dekat dia bekerja. Namun itu sama sekali tidak mengganggunya sedikit pun dalam profesi yang dilakoni. Profesor kubur itu malah mengatakan bahwa hantu itu sekarang berteman dengannya.

Alex Wong telah melakoni pekerjaan menggali kuburan selama 30 tahun lamanya. Dia juga dikenal dengan julukan Tua Pek Ya oleh teman-temannya. Jasanya itu seringkali dibutuhkan ketika pemerintah akan membuat jalan untuk pembangunan. Salah satu proyeknya dengan pemerintah adalah jalan raya delapan jalur yang akan membelah Bukit Brown awal tahun depan. Wong mengatakan, orang mati tidak selalu siap dan bersedia untuk dipindahkan.

“Seringkali saya mendengar mereka menangis ketika saya akan menggali kuburan mereka,”Mengapa kamu menggali kuburan saya? Saya sudah tinggal di sini begitu lama, mengapa kamu mengusir saya keluar?” Wong menirukan suara hantu yang didengarnya. “Tapi ini adalah tanah pemerintah dan mereka ingin mengambilnya kembali. Aku tidak punya pilihan lain, maafkan aku”. Wong menjelaskan kepada hantu tersebut.

“Sebelum meggali, saya biasanya akan melakukan prosesi doa dan meminta ijin untuk menggali,” Jelasnya. “Kemudian aku akan mencoba yang terbaik untuk melakukannya dengan cara yang tepat dan setelah itu, saya akan membakarkan mereka beberapa persembahan, itu adalah cara yang tepat.” Wong juga menambahkan,”Beberapa penggali kubur lainnya tidak peduli akan semua hal tersebut, tapi bagi saya itu adalah wajib sesuai prinsip saya. Kami tidak bisa meremehkan roh-roh itu. Jika saya tidak melakukan semua itu dengan baik, masa depan saya akan terkutuk. Saya bisa jatuh sakit, anggota keluarga saya mungkin akan terkena musibah, dan semua itu bisa saja terjadi.”

Pria berusia 54 tahun ini diperkirakan telah menggali lebih dari 4000 kuburan, dan dia juga sering mendengar suara roh-roh ketika sedang bekerja di pemakaman. Ada yang sedih, terisak-isak sementara yang lain berteriak dengan suara yang keras seperti memberontak sampai memekakkan telinga. Sesekali, dia juga mendengara suara anak-anak tertawa dan bermain sesama temannya sendiri.

Tanpa memiliki rasa takut, Wong mengatakan,”Kadang-kadang mereka tampak seperti kita, tapi sesekali tampak menakutkan. Wajah mereka bisa sangat menakutkan, jika mereka mati dengan mengerikan. Mereka juga berjalan seperti halnya kita, tapi kaki mereka tidak menyentuh tanah. Dan mereka bisa terbang, setelah itu akan melihat lampu biru dan hijau. Ini sangat menarik.”

Sebagian orang mungkin tidak percaya akan keberadaan hantu, Namun Wong menegaskan bahwa kita sebagai manusia jangan coba-coba berurusan dengan roh-roh. “Kami memiliki daging dan darah, sementara mereka tidak. Mereka juga tidak memiliki perasaan,” ujar Wong.

Wong menceritakan pengalaman bagaimana ia pernah “dihukum” setelah ia mengantongi gelang giok dan menjualnya dengan harga $3000. Roh yang sang pemilik giok tersebut datang untuk mencari dirinya selama beberapa hari. Roh itu mengetuk kamar tidurnya, memanggil namanya dan bahkan bersiul ke telinga anaknya, menakut-nakutinya. Pembeli yang membeli perhiasan itu juga mengalami hal serupa. Dia merasakan ada yang menarik-narik lengannya sewaktu dia memakainkan perhiasan itu pada lengannya.

Wong mengatakan dia bukanlah satu-satunya orang yang pernah mengalami hal tersebut. Salah seorang penggali kubur lainnya pada saat itu menemukan sebuah tengkorak dengan gigi berlapis emas yang masih utuh. Kemudia penggali kubur itu mencoba mencabutnya dengan menggunakan cangkul kecil. Sebulan kemudian, putri penggali kubur tersebut yang masih bayi mengalami penurunan buruk dengan tengkorak retak dan sangat menakutkan.

“Jika anda bertemu dengan hantu yang baik, anda akan beruntung. Tetapi jika bertemu dengan yang jahat, dia akan mengikuti anda ke mana saja, dan anda akan mendapatkan masalah besar.” kata Wong.

Wong sering kali harus menggali dua atau kadang sampai tiga kuburan dalam sehari. Satu kuburan akan memakan waktu satu jam untuk meggalinya, tergantung seberapa dalam ia harus menggali. Setiap kuburan yang digali, ia akan mendapatkan bayaran minimal S$150, tapi sekarang tidak lagi. Dengan mengalami persaingan dan perubahan ekonomi saat ini, hampir menurunkan pendapatanya tiga kali lipat. Untuk sekarang ini, satu liang kuburan hanya dibayar S$50.

Wong biasanya melakukan penggalian setiap harinya, tetapi saat ini pasaran sudah sangat sepi. Karena saat ini orang-orang lebih memilih kremasi, pilihan yang lebih murah dan mudah. Ia mengatakan walau demikian,”Kadang-kadang roh akan datang mencari saya dan meminta saya untuk kembali bekerja sebagai penggali. Mereka mengatakan,”Saya ingin anda untuk melakukan penggalian, anda baik!” ujarnya sambil tertawa.”Ini adalah hal yang lucu dan sangat sulit untuk dijelaskan.”