Piala Dunia 2014 – Wilmots: Argentina Adalah Tim Yang Biasa Saja

Marc+Wilmots+Belgium+v+France+GW5mk7R7t5YlPiala Dunia 2014 – Sang Pelatih timnas belgia, Marc Wilmots tidak mau memuji cara bermain timnas Argentina, padahal tim asuhannya baru saja dikalahkan oleh tim Tango pada babak perempat final Piala Dunia, Sabtu 5 juli 2014. Mereka ditaklukkan oleh Argentina 0-1 di turnamen tersebut di Estadio Nacional, Brasil.

Sebuah gol kemenangan tim asuhan Sabella itu diciptakan oleh penyerang mereka, Gonzalo Higuain pada awal laga di menit ke-8. Meskipun timnya sudah dikalahkan dia tetap menganggap kalau Albiceleste adalah tim yang biasa – biasa saja.

“Saya tidak terkesan dengan cara bermain mereka, mereka adalah tim yang biasa saja, mereka hanya pintar dalam mengulur waktu dalam pertandingan, bayangkan untuk melempar sebuah bola yang out mereka sudah menghabiskan waktu 30 detik, yang anehnya wasit yang menjaga laga tersebut tidak melakukan hal apa pun terkait cara bermain Argentina yang mengulur waktu” kata wilmots.

“Mereka memang dapat mencetak gol diawal laga, Namun kalian bisa lihat pemain andalan mereka, Lionel Messi yang sempat satu lawan satu dengan kiper kami pada akhir pertandingan, tapi kalian lihat apakah dirinya bisa menciptakan sebuah gol?, dan beberapa tembakan yang telah mereka miliki? Jika saya menggunakan cara bermain seperti yang digunakan oleh mereka saya pasti akan dihancurkan oleh para fans Belgia” lanjut pelatih yang berumur 45 tahun itu. Piala Dunia 2014.

wilmots juga mengatakan kalau sang wasit yang menjaga pertandingan, Nicola Rizzoli terlalu gampang dalam memberikan pelangaran kepada timnya, dan lebih memihak kepada Argentina.

“Kalian dapat lihat setiap kali terjadi sesuatu terhadap pemain andalan Barcelona tersebut, wasit pasti akan langsung memberikannya tendangan bebas. Saya melihat sendiri kalau Messi sudah membuat 3 pelangaran saat laga berlangsung, namun tidak ada satu kartu kuning yang diberikan untuknya, tapi saat kami yang hanya melakukan satu pelangaran saja langsung mendapatkan satu kartu kuning. Meski kalah dalam turnamen empat tahunan ini, saya tetap bangga dengan anak – anak asuhan saya, dan saya sudah mengatakan kepada mereka ‘kalau kalian adalah pemain termuda dari para peserta di peserta delapan besar ajang ini'”, Ungkap Wilmots. Piala Dunia 2014.